Terkait Kasus Penganiayaan Ardi Dangko Ini Klarifikasi Kanit Pidum IPDA FAJAR, SH.MH.

 


Maros - Ketua Lidik Pro Desak Polres Maros Tangkap Pelaku Penganiayaan Ardi Dangko

Adapun kronologi yang diceritakan oleh Nur fadillah selalu pelapor kejadian yaitu berawal adanya orang tua di aniaya oleh Lel.Asdar pada hari senin tanggal 17 februari 2025 sekitar jam 22:30 wita dilingkungan Nahung, Desa Labuaja Kec.cenrana kab.maros. setelah Nur fadillah  membawa orang tuanya atas nama Lel.ARDI DANGKO untuk visum di puskesmas cenrana kemudian iya juga membawa orang tuanya untuk membuat laporan polisi polsek camba. namun setelah tiba di polsek camba dan diterima oleh Aiptu SUKARDI.Aiptu SUKARDI  menyampaikan  kalau laporan yang mau saya buat ditulis tangan dulu karna sekarang kami tidak punya kertas, besok baru di print.(03/04/2025)     


kemudian keesokan harinya yaitu pada hari selasa tanggal 18 Februari 2025 jam 09:00 Wita saya kembali ke polsek camba untuk membuat  polisi namun oleh Aibtu SUKARDI, hanya dibuatkan Laporan pengaduan sedangkan orang tua iya mengalami luka  yang cukup serius karna dianiaya dengan mengunakan batu. 


Saat di konfirmasi Nur Fadillah mengungkapkan kekecewaannya terhadap Polsek Camba "saya  membuat laporan di polsek camba, saya tidak mengetahui bagaimna perkembangan penyidik kasus tindak pidana yang dilaporkan tersebut karna selama ini saya hanya satu kali diberikan surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan  (SP2HPA.1).kemudian iya juga merasa keberatan  mengapa sampai saat ini laporan yang iya, laporkan hanya dibuatkan  Laporan pengaduan dan bukan Laporan polisi saya sangat kecewa sekali" ungkapnya


Setelah itu Nur Fadillah ke Polres Maros untuk melaporkan kembali dengan Adanya penganiayaan kepada orang tuanya, kepada penyidik dan memberikan surat pemberitahuan hasil penyidikan dengan tertulis  dengan hormat di beritahukan bahwa laporan saudari telah kami proses penyidikan  dan gelar perkara, selanjutnya  dan hasil penyelidikan tersebut ditemukan 2 alat bukti tentang dugaan terjadinya “penganiayaan” sebagaimana yang di maksud dalam pasal 351 ayat (1) KUH pidana ,yang terjadi pada  hari senin tanggal 17 februari 2025  sekitar pukul 22:00 wita bertempat di dusun Nahung, desa labuaja, kec. cenrana kab maros atau setidaknya di wilayah hukum polres maros sebagaimana laporan  saudari tersebut dan selanjutnya perkara  yang saudari laporkan telah kami tingkatkan ketahap penyidikan  dan menerapkan  pasal 351 Ayat (1)KUH pidana  yang mana penyidik  telah melakukan penetapan tersangka atas nama M Asdar Alias ADDA dalam laporan  saudari ,apa bila diperlukan waktu  perpanjang penyidikan maka akan disampaikan perkembangan selanjutnya.


Nur Fadillah menyesalkan bahwa pelaku kemarin sudah di amankan di polres Maros tapi belum di lakukan penahanan 


"kemarin sudah diamankan di polres Maros akan tetapi kok bisa bebas melenggang ke mana - mana". Dengan nada kesal


Mendengar hal tersebut Ketua Lidik Pro Maros Angkat bicara di mana pelaku seharusnya sudah di tahan menurut surat pemberitahuan hasil penyidikan dan menyatakan perkara  yang Nur Fadillah laporkan telah di tingkatkan ketahap penyidikan  dan menerapkan  pasal 351 Ayat (1)KUH pidana  yang mana penyidik  telah melakukan penetapan tersangka atas nama M Asdar Alias ADDA.


Ismar mendesak Polres Maros untuk segera menangkap Pelaku tersebut hingga saat ini masih melenggang bebas diluar.


" Kami menghimbau kepada bapak Kapolres untuk segera menuntaskan kasus penganiayaan terhadap Bapak Ardi Dangko,

tangkap dan penjarakan pelaku tersebut". Tegas Ismar.


Saat dikonfirmasi Kanit Pidum IPDA FAJAR, SH.MH mengklarifikasi hal tersebut mengatakan bahwa "proses sementara berjalan dan sudah dalam tahap penyidikan dan terhadap pelapor sdh di tingkatkan statusnya menjadi Tersangka dan Sudah 2 kali panggilan selaku  tersangka namun tidak koperatif memenuhi panggilan, maka kami akan segera melakukan penangkapan kepada tersangka "


"dan terkait sewaktu keberadaan M Asdar Alias ADDA di polres Maros, statusnya belum jadi tersangka karena masi proses lidik setelah di limpahkan kasusnya dari polsek camba sehingga yang bersangkutan beserta saksi-saksi lainya di lakukan klarifikasi berupa permintaan keterangan selanjutnya di lakukan gelar perkara untuk meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan."


"Sekarang sudah ada penetapan tersangka dan 2 kali di lakukan pemanggilan ke tersangka namun tidak hadir Info terakhir dia tidak pernah lagi pulang ke rumahnya dan anggota opsnal sementara melakukan pencarian ke tersangka untuk di lakukan penangkapan, dan kalau memang ada info terkait dengan  keberadaan tersangka segara sampaikan biar kami lakukan penangkapan tersebut" Tegas Fajar "

Red/Tim

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama